Beberapa saat yang lalu saya melihat siaran TVRI yang menayangkan siaran langsung Olympiade di Beijing, dan pada waktu iklan saya melihat iklan yang mengatakan bahwa Depkonimfo akan melakukan uji coba siaran televisi dengan sistem digital di tahun ini. tapi saya sempat berpikir, hal yang menurut saya besar ini kok tidak terlalu di publikasikan? dan terkesan minim sosialisasi. mengingat Indonesia direncanakan sudah mengganti siaran televisi dengan sistem analog di tahun 2012 dan menggantikannya dengan siaran televisi digital. apakah dengan minimnya publikasi dan pemberitahuan maka rencana tersebut akan terealisasi dengan baik? karena mayoritas masyarakat Indonesia masih terbelakang dalam hal tekhnologi.
Agar nantinya masyarakat tidak shock, pemerintah dirasa perlu andil yang lebih giat dalam memepromosikan siaran televisi digital kepada masyarakat. Indonesia bukanlah jepang, Amerika, atau negara maju lainnya. sebagai contoh adalah jepang, yang akan merencanakan pengubahan dari sistem siaran analog menuju digital pada tahun 2011. tetapi pemerintah jepang sangat getol mempromosikan hal tersebut yang menyangkut manfaat dan kelebihan sistem siaran digital. promosi dilakukan dengan pamflet, iklan televisi, stiker-stiker, di stasiun kereta api, tempat-tempat umum dan lainnya. hal itu berbalik dengan Indonesia yang sangat minim pemberitahuan mengenai siaran televisi digital padahal masyarakat Indonesia masih gaptek akan Tekhnologi.
Masalah lain yang mungkin akan timbul sehubungan dengan penerapan siaran televisi digital di Indonesia adalah kurang siapnya masyarakat terutama dalam segi ekonomi. hal itu sangat beralasan mengingat jika sudah diberlakukan siaran televisi digital, maka televisi analog harus diganti dan itu memerlukan biaya yang tidak sedikit. sebagai perbandingan, harga televisi digital di jepang saat ini berkisar antara 25.000-50.000 yen dan harga televisi analog sekitar 10.000-15.000 yen. berarti nantinya masyarakat yang akan menikmati siaran televisi digital harus mengganti televisi analognya ke televisi digital yang sangat mahal dan dapat dipastikan ujungnya lagi-lagi masalah uang. kemungkinan penerapan siaran televisi digital di Indonesia akan menimbulkan pro dan kontra dalam masyarakat. masyarakat Indonesia yang untuk makan saja masih kesulitan harus di tambahi beban seperti itu. tetapi hal itu mungkin dapat di antisipasi jika pemerintah melakukan sosialisasi dengan lancar. negara barat saja memerlukan waktu sepuluh tahunan lebih dalam mempromosikannya terhitung sejak 1990-an, padahal negara mereka sudah sangat maju. sedangkan Indonesia yang masih dalam kategori negara berkembang saja sudah berani berancang-ancang seperti itu tanpa promosi yang memadai.
Terlepas dari semua itu, siaran televisi digital memang dirasa perlu untuk dikembangkan di Indonesia, yang dalam siarannya menampilkan kelebihan-kelebihan yang tidak di temukan dalam sistem siaran analo. seperti bebas noise, gambar tidak ganda, maupun kualitas kejernihan gambar yang sangat bagus. akhirnya dapat saya simpulkan bahwa televisi dengan siaran digital memang perlu di terapkan di Indonesia, tetapi harus di barengi dengan sosialisasi oleh pemerintah dalam hal ini Depkominfo secara lebih baik agar nantinya masyarakat tidak kaget. dan satu lagi penerapan tersebut harus bertahap. tidak mungkin langsung mengganti siaran tv analog langsung ke siaran tv digital, karena hal itu hanya akan menambah beban masyarakat Indonesia.
Agar nantinya masyarakat tidak shock, pemerintah dirasa perlu andil yang lebih giat dalam memepromosikan siaran televisi digital kepada masyarakat. Indonesia bukanlah jepang, Amerika, atau negara maju lainnya. sebagai contoh adalah jepang, yang akan merencanakan pengubahan dari sistem siaran analog menuju digital pada tahun 2011. tetapi pemerintah jepang sangat getol mempromosikan hal tersebut yang menyangkut manfaat dan kelebihan sistem siaran digital. promosi dilakukan dengan pamflet, iklan televisi, stiker-stiker, di stasiun kereta api, tempat-tempat umum dan lainnya. hal itu berbalik dengan Indonesia yang sangat minim pemberitahuan mengenai siaran televisi digital padahal masyarakat Indonesia masih gaptek akan Tekhnologi.
Masalah lain yang mungkin akan timbul sehubungan dengan penerapan siaran televisi digital di Indonesia adalah kurang siapnya masyarakat terutama dalam segi ekonomi. hal itu sangat beralasan mengingat jika sudah diberlakukan siaran televisi digital, maka televisi analog harus diganti dan itu memerlukan biaya yang tidak sedikit. sebagai perbandingan, harga televisi digital di jepang saat ini berkisar antara 25.000-50.000 yen dan harga televisi analog sekitar 10.000-15.000 yen. berarti nantinya masyarakat yang akan menikmati siaran televisi digital harus mengganti televisi analognya ke televisi digital yang sangat mahal dan dapat dipastikan ujungnya lagi-lagi masalah uang. kemungkinan penerapan siaran televisi digital di Indonesia akan menimbulkan pro dan kontra dalam masyarakat. masyarakat Indonesia yang untuk makan saja masih kesulitan harus di tambahi beban seperti itu. tetapi hal itu mungkin dapat di antisipasi jika pemerintah melakukan sosialisasi dengan lancar. negara barat saja memerlukan waktu sepuluh tahunan lebih dalam mempromosikannya terhitung sejak 1990-an, padahal negara mereka sudah sangat maju. sedangkan Indonesia yang masih dalam kategori negara berkembang saja sudah berani berancang-ancang seperti itu tanpa promosi yang memadai.
Terlepas dari semua itu, siaran televisi digital memang dirasa perlu untuk dikembangkan di Indonesia, yang dalam siarannya menampilkan kelebihan-kelebihan yang tidak di temukan dalam sistem siaran analo. seperti bebas noise, gambar tidak ganda, maupun kualitas kejernihan gambar yang sangat bagus. akhirnya dapat saya simpulkan bahwa televisi dengan siaran digital memang perlu di terapkan di Indonesia, tetapi harus di barengi dengan sosialisasi oleh pemerintah dalam hal ini Depkominfo secara lebih baik agar nantinya masyarakat tidak kaget. dan satu lagi penerapan tersebut harus bertahap. tidak mungkin langsung mengganti siaran tv analog langsung ke siaran tv digital, karena hal itu hanya akan menambah beban masyarakat Indonesia.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar